Rabu, 31 Januari 2007

Akhir yang di tunggu??

Siang tadi di cubicle-gw cewek2 kantor sedang mencari tanggal buat hang out bareng. Ide jatuh di tgl 3, dgn alasan gaji masih anget2 nya tuh :P
gw pingin bgt ikut, tapi tgl 3 ga bisa.
Wisuda.
Tau ga ekspresi anak2 waktu tau alasan gw?
"Waah, slamat yah"
"seneng dong..?"

huuum... Maksud? Seneng di wisuda gitu? Kayanya biasa aja. Lulus itu yah waktu dinyatakan lulus di sidang. Wisuda mah cuma formalitas. Kalo bukan karena ortu juga banyak kok yg memilih buat ga ikut seremoni ini.
Herannya masiy banyak bgt yg menganggap wisuda itu ujung yg dinanti, belum lulus kalo belum wisuda. Hampir semua temen di kantor pasti nanya nya: "dah lulus yah, kapan wisuda?" "dah s.Sos dong ni, wisuda kapan?" "sidangnya gmn? Lulus? Kapan wisuda?"
mmm... Emang penting yah?
Buat yg kuliah saja dan belum kerja, mungkin rasanya beda. Mungkin wisuda jadi gerbang selanjutnya. Gerbang untuk membuktikan kalo di luar sana ada dunia yg lebih ganas dari sekedar tugas kuliah yg ga ada abisnya. Dan diluar sana ada mahluk yg lebih bengis dari dosen paling killer di kampus. :P

buat gw saat ini? Nda tau ya, apa gw yg kurang memahami arti ato emang tak sensitif: adalah suatu waktu di hari sabtu, yg mengharuskan gw menyelesaikan semua weekly+monthly report dgn lembur di hari jumat.
Semoga kantong mata gw ga mengganggu acara foto-foto (teteub) :p
semoga juga depok ga terlalu macet dan semoga nda & ibun bangga sama anaknya yg dah molor 2 semester ini :")

Jumat, 26 Januari 2007

"Inyoooooo.......!!!"

Tadi pagi,


waktu ku mandi


sambil nyanyi-nyanyi....... (yang terakhir ini kayanya ga deh...)


 


Sayup-sayup terdengar suara sepupu yang juga tetangga belakang rumah gw... “Inyoooooooooo....” katanya.


Inyoo?? Siapa tuh?


“Iya mah, aku di belakang...”


ooo...rupanya inyo itu panggilan baru anak pertama sepupu gw yang kelas 4 SD. Nama aslinya Dini, tapi nyokapnya suka panggil dia suka-suka: kadang Ndut, Dora, atau Dono!


 


Huuummm... gw pernah baca, anak tuh jangan dipanggil seenaknya. Bisa berefek buruk buat kejiwaan si anak.


 


Jadi inget, gw dulu juga punya banyak banget panggilan.


Dari mulai Joice (iya Joice..). Nama itu diambil dari nama salah satu karakter pelawak di groupnya Jojon-Cahyono jaman tahun 80an . Dulu gw dan sepupu2 yang se-umur-an suka main bareng di lapangan deket rumah, karena kita lucu2 dan nyebelin, salah satu sepupu gw yang udah remaja (mama-nya Dini itu) ngasih julukan buat kita masing2. Ada yang Jojon, cahyono, ‘uu, mpok siti dan gw jadi joice. Fyi, joice itu karakternya ‘uu waktu jadi perempuan!!


 


Waktu SD ada temen yang panggil gw Dower (a.k.a bibir sexy walau oversize....Halah!!)


Trus pernah juga dipanggil Coki-coki (yups, coklat cream yang di dalam plastik kecil panjang itu)


Pernah jadi Dhira = dari akhir nama tengah + awal nama belakang, trus Dwira = Awal nama depan + awal nama akhir (bingung tak?  ),


pernah dipanggil jirigen (karena dikantor gw bisa minum air putih sampe 3 botol 2 liter!),


pernah juga dapat panggilan sayang si‘ndut,


yang paling aneh pernah dipanggil Angel (Hehe)...


 


Sepupu gw yang lain malah pernah punya pengalaman yang nyebelin. Namanya Roy, tapi di rumah dari kecil di panggil a-may. Karena selalu dipanggil a-may, otomatis semua saudara dan tetangga taunya ya a-may. Suatu hari papanya jemput dia ke sekolah, dipanggil lah dia “A-may!!” langsung loh dia kabur, ngambek, ga mau lagi di jemput. Malu katanya. Temen-temen di sekolah kan taunya Roy, bukan A-may!


Sekarang pun gitu, masih aja ada yang panggil dia A-may, dokter A-may siy. Padahal coba tanya di tempat dia praktek ada ga yang kenal dokter A-may? Bisa-bisa dibilang salah alamat!

Selasa, 23 Januari 2007

Utek-utek for 2 hours :P

Sebuah email masuk di 5 layar kompi:

ay: gals, 2day gw masuk 1/2 hari. Mo ke dokgi, kmarin mu cabut gigi tak berhasil. Padahal tu gigi dah lepaz dari soketnya, tp nda mau di tarik. Dugaan smentara akar bengkok. Ntar abiz rontgen mu di cuba lg :P
natz: pengorbanan yak?
Ay: iyak
lilz: ngilu gw dengernya..
Ay:


6 jam kmudian, disanalah gw, duduk dlm ruangan berbau antiseptik. After waiting for 1hour bu dokgi yg kna macet di blok A..


Operasinya berjalan sangat alot.
Bayangkan mulut mu di masuki suntikan, tang, obeng, pengungkit, bor, vacum dan alat2 lain yg bikin bdn lemez..
Dilihat dari hasil rontgen siy normal, tp ada 1spot yg sakitnya nda kira2.
Dari mulai anastesi biar kebas sampe bius blok sepanjang rahang kanan dilakukan, tak ada hasil.
Sampe sempet berhenti sejenak buat minum ponstan dgn teh manis hangat

Setelah akhinya berhasil di cabut, eh fraktur alias akar gigi patah dan ktinggalan di dlm.. Yak, di bor lagi! Huaaa..


After 2 jam utak-utek, dora pun berteriak: Berhasil.. Berhasil..!!
Dan sang pasien ditemukan terlentang pasrah mendengarkan analisa bu dokgi. Rupanya akar gigi yg ktinggalan itu menempel erat dgn soketnya, istilah kedokterannya apa yah? semen..semen... apalah.. Lupa!

Kapok?
Nda lah, masih ada 2 gigi lg yg menunggu giliran di cabut

Perempuan 3x lipat jumlah laki-laki??

Tadi siang sambil nunggu 1 jam bu dokter yg mo ngoperasi gigi gw, di cita cinta gw menemukan interesting fact.
Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia tahun 2006 222.052.300 orang. Yg terdiri dari perempuan: 110.842.800, laki 111.208.500. Fakta ini mematahkan anggapan lama yg bilang jumlah perempuan 3x lipat dari jumlah laki.. :P

Rabu, 17 Januari 2007

‘Ndaku jagoan :P

Kadang jadi anak tuch suka nda tau diri, berat sebelah. Lebih sayang Ibunda ato lebih sayang yanda. Tergantung lebih deket kemana kita.


Gw? Selama ini siy lebih sayang Ibun, secara perempuan ini kayanya always there when I need her. Walau kadang ga bisa bertemu secara fisik, tapi sms Ibun ga pernah absen bikin gw selalu merasa dekat.


Beda dengan Nda yang semenjak remaja kok jadi sosok yang galak dan jadi musuh no.1….  Kaya-nya, kok peraturannya ada aja, serem deh pokoknya.


 


Suatu pagi gw nebeng nda ke kantor. Ga banyak kata yang terucap


Jalanan pagi itu lumayan lancar, ramai lancar...


Sampai di suatu perempatan jalan semua mata pengendara motor dan mobil memandang ke satu arah. Huuummm.... ada centre of attention apa pagi ini?


Rupanya ada 2 orang pengendara motor yang baru saja mengalami insiden “sengol-sengolan”. Kedua pengendara tersebut rupanya sama-sama panas. Motor mereka di pinggirkan dan keduanya turun ke jalan. Adu mulut, emosi makin tersulut, dan 2 orang pemuda yang kira2 berumur 30-an itu mulai pasang kuda-kuda... mau adu jotos.


Sepertinya semua menunggu apa yang akan terjadi. Termasuk gw.


 


Menghadapi situasi seperti ini apa yang akan lo lakukan?


Ikut melihat aja dan do nothing? Menghentikan kendaraan lo dan melerai? Jalan terus sambil berfikir “kira-kira apa yang terjadi selanjutnya yah?”


Kalo Gw mungkin pilihan yang terakhir, karena gw pikir ini bukan urusan gw dan gw bisa apa? Tull ga?


 


Tiba-tiba Nda menghentikan kendaraannya. Kemudian terdengar suara yang lumayan keras: “HEH!!!”


Kedua pemuda yang hendak baku hantam itu langsung diam seribu bahasa sambil menengok ke Nda.


“UDAH! JALAN LAG, BIKIN MACETI!” kedua pemuda itu saling tatap


“HAYO JALAN LAGI!!”


 


Busyet..... Nda! Jantung gw serasa berhenti sedetik trus deg-degan, takut mereka malah marah trus ngalak Nda berantem juga karena ikut campur..


Aduh Nda.... what are you thinkin’? Mereka kan bukan anakmu, ngeri deh..


 


Ajaib, keduanya kembali ke motor masing-masing sambil masih memancarkan rasa marah ke lawannya. “Awas lo ya!” kata pemuda yang satu.... sambil kembali ke motor dan pergi melanjutkan perjalanan... Terhindar satu perkelahian pagi ini. Terhindar pula satu kemacetan.


 


Huaaaaaaaaaaaa..... Ndaku....


Nda mungkin nyebelin, tapi ....... hmm.... salut deh


 

Kamis, 11 Januari 2007

LONG ROAD TO HEAVEN, 25 Januari 2007

Film ini tentang orang-orang yang mencari kedamaian dan surga dalam kehidupan di bumi ini maupun setelah kematian. Dalam pencariannya, kadang orang harus melalui pengalaman terburuk. Menggunakan tragedy Bom Bali Oktober 2002 sebagai setting, film ini bercerita dari berbagai sudut pandang

Hannah Catrelle (Mirrah Foulkes), seorang warga Amerika yang tinggal di Bali ketika bom meledak. Di tengah-tengah kekacauan itu ia bertemu dengan Haji Ismail (Joshua Pandelaki), lelaki muslim di Bali. Melalui pertemuan ini, Hannah belajar tentang Islam yang sesungguhnya dan belajar bagaimana prasangka bisa berujung pada pemahaman yang salah

Sementara, Liz Thompson (Raelee Hill), wartawan Australia yang datang ke Bali 7 bulan setelah pemboman. Ditemani oleh Wayan Diya (Alex Komang), penduduk Bali yang kehilangan salah satu keluarganya pada tragedy tersebut, Liz melalui sebuah perjalanan dimana dia menemukan pemahaman baru tentang filosofi orang Bali

Cerita film ini berdasarkan fakta dari penelitian yang membawa kita pada perspektif yang lebih baik tentang humanisme. Merupakan pembelajaran dalam hidup tentang bagaimana sebuah tragedy bisa memperkuat ikatan dan solidaritas yang lebih baik antar manusia tanpa memandang kewarganegaraan, ras, maupun agama. Sebuah perjalanan panjang sesungguhnya untuk menemukan pemahaman yang sebenarnya

Lebih jauh, Long Road to Heaven adalah menjawab dengan sederhana sebuah pertanyaan besar dalam hidup: “Adakah jalan pintas menuju surga?”
















Jenis Film


DRAMA - TEENAGE


Pemain


ALEX KOMANG, RAELEE HILL, MIRRAH FOULKES, SURYA SAPUTRA


Sutradara


ENISON SINARO


Penulis


WONG KAI LENG and ANDY LOGAM-TAN


Official Homepage: http://www.kalyanashira.com/longroadtoheaven/ 


Resensi From Aris Kurniawan at http://www.indosinema.com/movie/332


Peristiwa besar dalam sejarah sering mengilhami sineas membuat film. Baik hanya sebagai latar belakang, maupun mengangkatnya sebagai latar depan. Serangan tentara Jepang ke Pearl Harbor menginspirasi Michael Bay membuat film “Peral Harbor”, Oliver Stone memfilmkan tragedi pengeboman World Trade Center di New York. Tentu saja itu hanya dua dari sekian deret film yang diangkat dari sebuah peristiwa besar dalam sejarah. Di Indonesia sendiri ada film “Tragedi Bintaro” yang diangkat dari peristiwa tabrakan kereta yang menewaskan ratusan orang, ada juga “Serambi” yang mengambil latar pasca gempa tsunami. Dan yang paling anyar adalah “Long Road to Heaven” yang diangkat berdasarkan peristiwa pengeboman di Legian, Bali.


 


Melalui “Long Road to Heaven” Enison Sinaro mencoba merekontruksi rentetan peristiwa yang berpuncak pada pengeboman di Bali melalui tiga alur. Alur pertama, digambarkan jaringan kelompok teroris yang mengatur strategi pengeboman. Dalam kelompok teroris tersebut ternyata juga terdapat beberapa faksi yang tidak sejalan. Hambali (diperani Surya Saputra) yang digambarkan sebagai pemimpin tertinggi pada awalnya tidak sepakat dengan Bali sebagai target pengeboman. Hambali merencanakan pengeboman dilakukan di Singapura. Muklas yang mengajukan Bali sebagai target pengeboman. Dengan sejumlah perhitungan yang rasional, mereka akhirnya menyepakati ide Muklas.


Maka dimulai proyek itu dengan melibatkan Amrozi, Imron, dan Imam Samudera. Ketiga orang ini pun rupanya juga tidak begitu harmonis. Amrozi tidak begitu senang dengan penunjukan Imam Samudera sebagai pemimpin proyek. Enison cukup berhasil menggambarkan ketegangan dalam internal kelompok teroris ini. Baik dari dialog-dialog yang terlontar, maupun gestur dan karakter setiap tokohnya tergarap dengan mulus.


 


Alur kedua, diceritakan Hannah Catrelle (Mirrah Foulkes) seorang warga Amerika yang tinggal di Bali ketika bom meledak. Ia bertemu di dengan Haji Ismail, lelaki muslim yang tinggal di Bali. Bersama para relawan lainnya mereka membantu para korban. Dari pertemuan dengan Ismail, Hannah mengerti bahwa tidak semua muslim setuju dengan pengeboman tersebut. Sikap ini membuatnya sedikit bersitegang dengan seorang korban dari Australia.


 


Dan alur ketiga, digambarkan Liz Thompson (Raelle Hill), seorang wartawan Australia yang datang ke Bali tujuh bulan pasca-pengeboman. Kedatangan Liz disamping untuk meliput proses persidangan para pelaku pemboman, juga untuk mencari bahan guna menulis tentang peristwa tersebut. Liz dibuat tidak habis pikir dengan sikap beberapa orang Bali terhadap peristiwa tragis tersebut. Dari beberapa yang berhasil diwawancara mereka cenderung tidak marah dan menyimpan dendam terhadap para pelaku. Bahkan peristiwa tersebut dikaitkan dengan kemarahan para dewa.


Termasuk Wayan Diya (Alex Komang) sopir taksi yang mengantar Liz Thompson. Meski saudaranya menjadi korban pengeboman, Wayan memaafkan para pelaku. Meski demikian tetap diperlihatkan kegeraman Wayan terhadap Amrozi saat dirinya melihat proses persidangan. Hampir seluruh pemain menampilkan kemampuan akting yang memikat dengan dialog-dialog yang cukup kuat.


 


Ketiga alur ini tampil bergantian dengan teknik flasback. Tokoh-tokoh dari ketiga alur ini tidak pernah saling bersinggungan sama sekali sepanjang film berdurasi 120 menit ini. Sehingga kita hanya disuguhi potongan-potongan peristiwa serupa puzzle yang kurang mampu membetot emosi. Potongan-potongan gambar dan berita mengenai peristiwa tersebut di televisi jauh lebih membetot emosi. “Long Road to Heaven” lebih menyerupai film dokumenter yang kering, datar dan hampir kehilangan unsur dramatis dari peristiwa yang mengangakan luka mendalam bagi kemanusiaan tersebut.


 

Jumat, 05 Januari 2007

Bijon


Huuuuuuuuuaaaaa….. pedih


 


3 hari yang lalu gw terbangun dengan mulut ndak bisa dibuka.


Bagian dalam bibir gw nempel di gigi.


Setelah dengan segenap usaha akhirnya mulut gw bisa juga dibuka, tapi usut punya usut ternyata 2 spot sariawan nonggol di bibir bagian dalam, 1 spot di bagian dlm dekat geraham dan banyak banget di bibir luar atas bawah


 


Alhasil berangkat ke kantor dengan bibir merah merekah alias BiJon atawa Bibir Jontor!


Jadi berasa seperti Olga -salah satu pemain Extravaganza ABG, yang kalo ngomong bibirnya expressive banget (baca: BiMoLi = Bibir Monyong Lima senti)


-piss ya Olga, if you’re reading this blog -yang sepertinya sangat kecil kemungkinannya- I still think you’re great-


 


Kembali ke Bijon gw.


Atas saran seorang teman, gw membeli Abotil di century. Konon kabarnya ini obat ampuh tapi pedih banget waktu di oleskan di sariawan. Ah, cuek… seberapa pedih sih palingan!


Siang itu juga gw oles ke spot-spot sariawan gw….


Bo…… Lumajan banged perihnya… bikin merem melek sampai keluar air mata!


( Sangat disarankan untuk meyiapkan tisu waktu mengoleskan abotil, karena obat ini sepertinya memproduksi liur dalam jumlah yang……………. U know lah. Daripada dibilangin cakep-cakep kok ngeces, ya ga?)


 


Ga tau karena ini obat emang ampuh atau sugesti aja, sepertinya dah mulai sembuh. Jadi malamnya, di kampus gw oles lagi itu abotil. Ga Cuma di 3 spot sariawan tapi juga gw balurin di seluruh bibir dalam dan bibir luar atas bawah!!


 


Hehe… I know… I know, kalo sekarang gw bisa bilang “what was I thinking??” 


Once Blonce yak?


 


Dan setengah jam kemudian bibir gw kaku!


Kejadian sebelumnya adalah setelah di kampus membalurkan abotil ke seluruh bibir, gw mampir ke kos ade gw mo nebeng pulang ke rumah.


Bermotorlah kami malam itu.


Memanfaatkan jalanan lenteng agung yang udah lumayan sepi kecepatan motor pun ditambah…


Anginnya……….. weeeeeeeeerrrrrrrrrrrrr……….Seperti dipasang blower besar di depan muka, tak hanya rambut gw yang melambai tapi juga bibir jontor gw… 


 


Huaaaaaaaa…. This Bijon is killing me! Dah masuk hari ke 4 masiy belum menunjukan tanda2 bakal mengempes. Padahal dah minum sunquick tiap malam, minum Bio-C tiap pagi, kemarin malah ditambah UC-1000 dan makan jeruk…  


 


And here I am now, sitting in front of my notebook sambil meringis dengan bibir jontorkuw

Kamis, 04 Januari 2007

Why u have to be so cute? :”P

Recently someone force me to open my x-file.


Siapa lagi kalo bukan si x sendiri.


Layaknya mulder dan scully, gw dan tim penyemangat gw mulai mencari tau knapa mr.x ini tiba-tiba menampakan batang hidungnya yang bangir (halah!)


Berawal dari seorang cewek –yang setelah diselidiki lebih lanjut ternyata temen sekantor mr.x- nongol di who view me FS-gw.


Pake Pasang foto mereka berdua segala… Apa maksudnya coba?


Trus ga berapa lama muncul mr.x sendiri di who view me gw.


Tapi gw ga mau view him balik. Kalo gw liat brarti gw ke-pancing dong.


 


Gila apa? It took a very long time to get rid of him in my head.


Damn!


Gw sampe harus hapus dia dari list friend at FS gw.


 


Tapi seperti nya dia tak gentar mencoba membuat gw melihat profilenya, sampe temen dia di friend list FS gw –dulu temen gw juga- tiba tiba primary fotonya berubah jadi bertiga: dia, mr.x dan Perempuannya Mr.X (disingkat PMX).


 


Trus, menurut loah?


*Sigh*


 


seminggu, dua minggu… tiga minggu (kayanya) berlalu..


sudah ga ada tanda-tanda mr.x mengganggu.


Huuummm… kok malah rasa penasarannya sekarang muncul, mo liat sebenernya apa sih yang dia mau gw liat di FS-nya??


Dan akyupun tergodha mengintip Mr.X punya FS


...................................................


.............................................


......................................


 


Ternyata mr.x kini dah jadi guardian angel-nya PMX (ini berdasarkan reportase dari mulder dan scully, katanya sih PMX kasih testi begitu ke Mr.X)


Selain itu…. ga tau lagi! sepertinya ga ada yang penting……Mr.x masih seperti yang gw kenal dulu! (hehe…nulisnya sambil melengos ga perduli, padahal paru2 turun naik – kembang kempis) :P


And…………. aghhhhhhh…… WHY YOU HAVE TO BE SO CUTE????  … Sebel!!


Hush…hush….


Ga boleh mikir macem-macem.


It’s all in your head, ay!


Ciayo….!!