Minggu, 22 Februari 2009

Dunyo sak mrico

legend... Sesuatu yang sering diceritain orang tua ke anaknya. Setidaknya orang tua gw.

Salah satu legenda yang paling gw suka adalah dunyo sak mrico (dibaca seperti tulisannya) Dunia segede merica :P

Alkisah seseorang yang punya kemampuan ini bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sekejap.
Tinggal pikirin destinasi yang dia mau datengin, merem dan... pas melek udah sampe.. Hehe.
Konon orang jaman dulu banyak yang punya kemampuan ini.

I always amazed with this legend. Sedikit ngarep dan ngayal kalo bisa begini gw gak perlu menghadapi macet di hari senin. Siang di kantor gw bisa langsung ..tuing.. makan siang di itik lado mudo.. :P
Sorenya menikmati sunset di trawangan..
Paginya sarapan gudeq yu jum di wijilan :)

Hahaha :)))
Happy monday everyone..

Sabtu, 21 Februari 2009

Liburan hati

Pulang dari liburan kemarin beberapa orang tanya abis ini mo kemana?
Jujur, i have no idea.
Kalo keinginan doang siy bisa aja langsung gw sebut.. Gw pingin ke belitung, pulau 1000 lagi, luwu timur, irian...
Tapi separuh hati menahan untuk gak jalan2 dulu. Lebih baik uangnya buat nabung atau beli gadget.
Trus gw mikir... apa iya? Alasan gw ga mau liburan dulu karena itu?
Lalu suatu hari gw temukan jawabannya: bukan travellingnya, tapi kombinasinya. Ada sesuatu yang gak nyaman dengan beberapa perjalanan gw yang lalu.
Yang yang berlebih, ada yang hilang, ada yang menyakitkan, ada summer syndrome...
Jadi mungkin itu masalahnya.
Mencari kombinasi yang lain biar gak sakit hati lagi
Lagian, yang paling penting kan hati sendiri. Liburan paling nyaman gak cuma datang ke tempat indah, leyeh2.. Tapi juga membuat hati lebih nyaman :)

Semakin lo tau maka semakin banyak pula lo ga tau.

Gw ga suka bergunjing, well bukan ga suka tapi gw menghindari sebisa mungkin.

Udah 2 tahun ini gw mendoktrin diri gw sndiri untuk sadar bahwa bergunjing itu bahaya :P
Akibatnya gw jadi ga tau gosip terbaru, gak tau kalo gw lagi diomongin dan ga tau kalo banyak banget hal berkembang dibelakang pundak gw.

Misalnya malam ini, temen gw yang suka ketelepasan ngomong tiba2 membeberkan semua hal yang gw gak tau tentang orang yang gw sayang. Dalam obrolan biasa dan sama sekali gak dalam konteks ngebahas dia. Cuma intermezzo sebagai contoh kasus.
Tau ga rasanya seperti di tibanin pake samsak tinju!! *lebay banget*
Gw jadi ngerasa gw gak tau apa2, dan karena gw ga kepo jadi ga pernah cari tau.
Prinsip gw kalo ada yang cerita ke gw brarti dia mau gw tau, kalo ga cerita brarti gw ga boleh tau. Hadoh..
Gw berharap temen gw ga perlu cerita malam ini. Biar gw ga tau skalian. Karena semakin gw tau maka semakin banyak gw ga tau.

Minggu, 15 Februari 2009

Sebuah pilihan

Sebuah friend request muncul di layar FB. OW MY GOD.. :) my old best friend!
Seneng bgt bisa ketemu dia lg walau di dunia maya. Dia itu bestfriend gw di SD, Hopeng gw. We were like twins, tapi di putih kaya porcelen dan gw coklat eskotik *hey gw ga bilang kembar identik kan! :P


Semenjak gw pindah sekolah sampai hari ini mungkin kita cuma ketemu 5 kali. Tapi kita tetep punya kesamaan.
Beberapa tahun sebelum gw memutuskan berjilbab, dia sudah selangkah lebih maju, berhijab duluan. Pinter, cantik dan sholeh :)
Nyesel juga gw ga bisa dateng ke nikahannya tahun 2007 kemarin.

Kembali ke FB, setelah approve requestnya *tentu aja gw ga perlu liat 2 kali karena cuma dia yg punya nama seperti itu* gw terheran melihat fotonya. Lho kok?
Trus gw jadi makin penasaran mantengin profile page nya, album fotonya juga.
Rupanya, she made a choice.
Sahabat sahabatku berguguran keyakinannya. Si A di sma yang pake jilbab cuma krn di smpnya wajib, B yg setelah nikah merasa ribet kalo harus pake jilbab ke site, C yg cuma bertahan 2 tahun, D yang begitu putus pacaran mulai merasa pilihannya berjilbab terlalu terburu buru, sekarang.. Mmm..
I know its an option, and i dont have the right to judge them.

Kembali belasan tahun yang lalu saya biasa berfikir, terlihat global adalah pilihan yang aman. Keseragaman membuat semua aman tentrem *dibaca dgn logat ala alm.mantan penguasa indonesia :)*

Saya jadi ingat bagaimana tatapan trainer saya dan beberapa orang tentang jilbab saya. Muslim-indonesia-Jilbab-...
Stereotyping.. Stereotyping..
Kemudian di saat makan malam saya berhasil merubah persepsi mereka dengan membuktikan eksis dengan dunia maya, situs pertemanan dan secara implisit memberi kesan i'm here to learn, and i will get what i want. *crinks*
Dibuktikan kembali esok paginya di workshop beberapa kali terlontar kata "indonesia" tiap kali di slide muncul desain yang catchy dan "niat".
Thats an option to look global or be global and stand for your aqidah.

Seorang teman berjilbab yang sedang berkaca bersama pernah bilang.. "Gw kelihatan lebih ramping kalo gak pake jilbab ya?"
Yang lain berkata "knapa si harus pake jilbab, kaya ibu2 aja" atau "rambut lo masih bagus kaya dulu ga ditutupin gitu?"

Harus diakui ada kalanya muncul hari dimana iri melihat flawless back and shoulder or smooth legs ditampilkan di bawah sinar matahari. Satu kalimat yang menohok membuat senyum malu2 kembali merona.. Masih ada besok dmn pundak dan kaki ini akan mengadu bahwa ia dipertontonkan pada lelaki yang bukan haknya.

Every girl love to admire their lovely body. Bahkan gadis dgn tubuh ga sempurna seperti gw. I love my black hair. I love my shoulder. Aku suka Rahang yang kadang terlihat kotak, bulet atau lancip tergantung bentuk senyum ini.
Adalah suatu kebanggan buat share ini ke orang di sekeliling. Lalu sebuah counter statement muncul... *cannot explain here* :)

But then again its an option. :)
Pilihan untuk menjalankan yang kita tahu wajib atau melupakan sementara atau tidak sama sekali.
Kalau merasa Tuhan bisa menunggu, maka kita juga harus menunggu saat Tuhan mendatangi kita.

Sabtu, 14 Februari 2009

Suara dari KBU sebelah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebiasaan bodoh ngobrol dari KBU ke KBU.. :P
Suatu sore,
Dari KBU 1 "Udah ketemu orang yang tepat blm?"
KBU 2: "blm niy" hening, "orang yang tepat belum menemukan gw"
KBU 1: "berarti waktunya belum tepat untuk saling menemukan"

Sungguh topik yang aneh untuk dibicarakan di KBU :P

I'm here for the excecution

Entah mengapa jagoan takut ke dokter.

Biasanya melangkah dgn mantap. Ga peduli apa.


Hari rabu malam ketemu bu dokter, diskusi dan bikin janji untu eksekusi sabtu ini.
Dokter gw termasuk orang yg open minded, terbuka untuk semua jalan keluar dan selalu punya sisi positif dan negatif dari semua option yang gw munculkan.

Sejarah gigi belakang kiri gw akan segera berakhir dan dimulai dgn yg baru. Setelah beberapa tahun yg lalu bolong, ditambal, tinggal 1/2, di crown, crown ketelen.. Dan sekarang giginya mati. Lobang di gigi ini bisa bikin rusak saraf2 di dalemnya.
Option penyelamatan ada 2: dicabut atau di jacket.
Kalau dicabut pun ga bisa dibiarkan bolong gitu aja gusinya. Karena bisa ganggu posisi gigi yang lain, atau gigi yang atas karena ga ada pasangannya akan terus turun kebawah, tumbuh memanjang. Ada 2 option untuk mengisi kebolongan: implant atau pakai gigi palsu! Tentu saja gw prefer implant. Positifnya: akan terlihat seperti gigi asli dan ga perlu lepas2. Negatifnya: ga semua orang bisa beradaptasi dengan gigi implant. Karena akan ada pasak yang ditanam untuk pondasi giginya. Yg paling aman siy gigi palsu, karena ga akan ngubek2 isi dlm gusi, cuma ditempel di luarnya. Negatifnya akan ada gusi tambahan untuk membuat gigi tetap melekat pada posisinya. Dan perlu adaptasi dgn keberadaan newbie ini di rongga mulut.

Option selain pencabutan adalah membiarkan gigi mati tetap pada tempatnya, tapi setengah gigi yang hilang diganti dengan jacket. Tadinya gw memilih yang Ini, tapi ternyata sisi negatifnya karena gigi matinya dah terlalu kecil jadi butuh sokongan dari gigi sehat di sampingnya. Jacket akan dibuat menempel dengan gigi tetangga. Dan untuk membuat tinggi gigi tetangga tetap sama setelah di jacket, gigi sehat itu harus di asah. Haduh. Bakalan ngilu dan merusak gigi sehat rasanya ga rela! :(

Maka diputuskanlah saat itu juga gw akan mencabut si gigi mati dan replace dgn gigi palsu. How worse could that be? *tersenyum miris*

Dari hari jumat udah minum antibiotik...
Eh makin mendekati eksekusi malah jadi ragu. What if... What if... Huaaa.. Knapa kok tumben kali ini takut.
Biasanya gagah berani.
Mungkin karena.. Dalam 3 tahun terakhir gw sudah mengalami 6 kali pencabutan gigi? Jadi ini yg ke 7. 2 gigi geraham kanan kiri yang tumbuh tak sempurna, dan 4 relawan untuk behel.

Maka disinilah gw jam2 menjelang eksekusi. Lemes...

Kamis, 05 Februari 2009

You dont have tissue -so dont cry

Cuacanya lumayan diluar.

Agak dingin.

Mendung.

Seperti cuaca di dalam sini.

Di kotak kecil bernama hati.

Planinng to get endorfin today, because i need a lot. Low impact excercise on 17.30 might do, bit belly dancing maybe, or power yoga to wrap it up.
Look at me here. Duduk disini memandang ke luar.. Pemandangan yg gak ada indahnya... Mal, fancy car, luvly dresses. Can't get enough.
Fire ball hit me yesterday night. Strange, i just cannot hit it back. So i stood there not being me. Or is it the real me, that have been hidding in this Oh-so-brave-girl.

 
I feel like i've lost some of my past. Well, i wanted to erase some period, but only the bad part. And remind the happy go lucky parts. Seems like the system has break down. Oh well..
Been wondering why the truth can't be spoken. Mungkin harga yang harus dibayar terlalu mahal.

Cuaca masih dingin di luar.

Mendung dan ga hujan.
Pun di dalam.

Mendung dan alhamdulillah ga hujan.