Senin, 25 November 2013

My simian liner boys

Saya sudah pernah cerita belum ya. Dua orang lelaki terkasih saya dianugrahi garis tangan simian?
Sepertinya belum.

Simian line atau single transverse palmar crease atau lipatan garis tangan yang melintang tunggal. Pada umumnya orang mempunyai garis tangan yang terputus dan bercabang, tapi Simian Line itu garis tangannya memanjang tanpa putus dan tidak bercabang.

Awalnya waktu attar bayi, oma-nya pernah bilang "waa... Ini attar garis tangannya sama kaya abahnya, kaya oma, kaya om apok"
Tapi karena saya pikir oma mau baca-baca garis tangan ya saya cuekin ajah. Maklum saya percaya: membaca, minta dibacakan dan percaya bacaan garis tangan itu ganjarannya ibadah 40hari gak diterima!

Eh tapi suatu hari pas bawa attar checkup ke dokter waldi, dokternya juga langsung memperhatikan garis tangannya.
"Waaah bu, ini Jusuf (nama depan attar) garis tangannya beda loh bu, perhatikan tidak?"
"Ini namanya garis tangan simian, biasa dimiliki anak yang down syndrome. Tapi Jusuf gak DS. Jadi ini unik"
Dokter waldi lebih semangat lagi waktu tau simian line attar ada di kedua tangannya. Biasanya anak normal yang punya simian line, hanya di satu telapak saja.
Tiba-tiba johan bilang "ya sama kaya saya dok, 2-2nya juga"
Lantas saja dokter waldi makin semangat. "'Waaa bapaknya juga ya? Turunan dari mana pak? Ibu?"

Ternyata oh ternyata di keluarga johan garis ini dimiliki beberasa orang. Buyut laki-lakinya simian liner di kedua telapak tangannya. Lainnya disebelah tangan. Johan dan attar yang kebagian 2-2nya.

Garis seperti itu dinamakan Simian Line, yup... garis tangan seperti yang dimiliki monyet. Hehhe... Kalo penasaran bisa lihat tangan monyet di ragunan 😜




Simian line hanya terjadi pada 1 dari 30 orang atau sekitar 3% dari populasi manusia di dunia dan 14% dari populasi orang Asia. Langka.

Kalo kata mbah google dalam segi palmistry, orang yang memiliki Simian Line ibarat pedang bermata dua. Menyatunya garis kepala dan garis hati konon menunjukkan bahwa orang tersebut susah memisahkan antara emosi (garis hati) dan rasio (garis kepala). Tsaaaah....
Orang dengan Garis Simian cenderung memiliki emosi yang ekstrim, sangat energik, sangat kreatif. Walaaah...

Wallahu'alam bi shawab.

Katanya, Beberapa tokoh dunia bergaris tangan simian seperti PM Inggris Tony Blair, mantan PM Rusia Nikita Kruschev, Robert De Niro’s, Mahatma Gandhi, Bill Clinton, Hillary Clinton, Barrack Obama, Muhammad Ali. Entah benar atau hoax.

Kalo googling lebih lanjut banyak banget cerita dan mitos seputar garis tangan ini. Ada yang bilang tangan jawara lah apalah...

Johan cuma pesan aja, setelah saya tau dua orang terkasihnya keras kepala dan istimewa, saya harus lebih sabar. Mencoba bersinergi saja dengan keduanya. Semoga attar kelak mewarisi sifat abahnya yang keras dan tegas pada peraturan tapi lembut dan peduli pada sesama. Baik hati, soleh dan cerdas. Aamiin.


- Posted using BlogPress from my iPhone

Jumat, 22 November 2013

GTM!!

Malam-malam masih ngutek-ngutek resep!
Apa sebab?
Yup, attar GTM lagi 😣
Hiks.... Udah badan kurus makin kurus. Makannya milih dan sedikit bgt.
Alhasil bunda harus nyoba-nyoba bikin makan ini itu biar attar tetep mau makan.

Katanya anak gtm bisa karena bosen sama variasi makanan, bisa karena bosen sama situasi pas makan. Bisa karena ada yang dirasa, sakit gigi, sariawan atau yang lain.

Kalo sakit sepertinya nggak.
Bosen aja mungkin.
Sekarang menu makan attar jadi beda-beda tiap makan. Pagi roti, selingan puding, siang nasi plus lauk ( biasanya lauknya aja yg dimakan, nasinya gak disentuh), sore bihun/mie. Sebelum tidur cemilan lain.

Alhamdulillah attar mau aja makan, walau porsinya dikiiiiit banget. Sampai bunda takut attar kurang gizi.

Kemarin sempet browsing juga apa attar butuh suplemen penambah nafsu makan atau multivitamin untuk mencukupi kebutuhan gizinya.
Kalau susu pediasure tempting sih, katanya bisa menambah berat badan. Tapi satu kali sajian pediasure sama dengan kebutuhan makan anak. Jadi anaknya udah cukup kenyang dan gak mau makan lagi. Yah sama aja boong dong ntar attarnya malah gak mau makan 😓

Kalo vitamin, seperti scoot emultion sepertinya bagus. Tapi sayangnya attar udah gak mau mengkonsumsinya. Cuma beberapa kali aja mau, setelah itu ditolak mentah-mentah.
Attar memang gak mau minum obat/suplemen yang cair dan disendoki. Trauma minum obat dia.

Cari-cari suplemen yang bisa dicampur makanan ada cerebrovit gold. Katanya ( kata iklannya) bagus untuk menambah nafsu makan anak.

Bisa jadi juga attar bosen suasana makan dirumah. Soalnya kali makan diluar di restoran makannya banyak 😁
Tapi kan gak mungkin terus-terusan makan direstoran. Biar gimana homemade food lebih baik.

Kalo diajak makan sambil main diluar, bundanya yang gak bolehin. Makan ya makan, main ya main.
Malah attar kalo disuapin sambil main diluar jadi gak mau makan sama sekali.
Yang ada makanannya kena debu diluar.
Mana sekarang lagi musim banyak virus.
Banyak anak yang kena diare. Kemungkinan karena lagi musim hujan, penyakit dimana-mana. Banyak lalat juga berterbangan bawa kotoran.

Jadi yah PRnya sekarang ada di bunda. Besok bikin apa lagi untuk attar ya?
Onigiri sepertinya enak
















- Posted using BlogPress from my iPhone

Rabu, 23 Oktober 2013

Baby passport

Test Posting using BlogPress from my iPhone 😁

Mau cerita sedikit tentang pembuatan passport bayi.

Awal tahun 2013, suami tiba-tiba berwacana mau mengajak kami ke Jepang. Tadinya kupikir cuma wacana. Aku mah iya-iya aja. Eh taunya dia beneran book tiket air asia untuk kami bertiga.
Karena masih jauh dari tanggal pergi ya kita masih santai-santai aja. Padahal waktu itu attar belum punya passport dan kita statusnya belum punya Kartu keluarga rumah baru dan ktp aku dan suami masih alamat rumah orangtua masing-masing. Ditambah lagi awal tahun ini alhamdulillah kerjaan banyak banget. Suami dengan kerjaan kantor dan urusan lingkungan baru disini, aku dengan urusan jualan online dan bazaar kecil-kecilan.

3 bulan menjelang berangkat pun itinerary masih ngawang-ngawang, belum tau mau nginep dimana dan bawa apa aja. Googling soal pembuatan passport bayi dan akhirnya diputuskan apply passport online untuk di submit ke kantor imigrasi jakarta selatan di mampang.
Eh pas dicek ternyata passport aku juga abis masa berlakunya, jadilah sekalian diperpanjang secara online juga.
Ternyata prosedur online itu memotong prosedur penyerahan berkas aja.
Bedanya kalo yg langsung datang ke kantor imigrasi, ada prosedur penyerahan dokumen untuk di cek.
Kalo yang sudah submit dokumen online, nanti disana tinggal tunjukin dokumen asli, trus lanjut ke prosedur selanjutnya: bayar, foto dan wawancara.
Semuanya bisa diselesaikan dalam waktu satu hari.
Tapi kekurangannya daftar online ini, upload dokumennya lamaaaaa banget. Jadi tipsnya, uploadlah dokumen saat bukan jam sibuk dan gunakan internet yang jaringannya oke. Upload pagi buta atau malam biasanya lebih cepat.
Selanjutnya setelah dokumen terunduh, kita akan dapat waktu kapan harus datang ke kantor imigrasi dan bisa pilih mau yang dimana. Suami pilih imigrasi jaksel. Entah mengapa hehhehe.... Padahal jauh dari rumah. Mungkin karena konon kabarnya pelayanan kantor-kantor umum di jakarta sedang ada perbaikan jadi semua serba cepat.

Hari itu kami berangkat habis subuh dengan membawa semua dokumen. Kasian juga sih attar jadi harus bangun pagi-pagi. Maklum hari kerja, kalo kesiangan bisa kena macet dijalan.
Eh sampai kantor imigrasi loket belum buka karena memang belum waktunya. Loket buka jam 8, tapi yang antri udah kaya uler hhhh.....
Jadilah suami antri sendiri sementara aku dan attar keliling cari sarapan. Kebetulan di pintu masuk kantor imigrasi ada yang jual bubur ayam.

Selesai sarapan, balik lagi kedalam kantor. Masyallah... Makin penuh orang yang antri. Nggak nyaman banget buat bawa balita. Di dalam kantor ini ada ruang menyusui yang lumayan besar. Satu ruangan dengan 2 sofa tanpa sekat-sekat, lebih tepatnya seperti ruang tamu gitu deh. Tapi attar gak mau menyusui disitu. Karena kontras banget dengan suasana diluar yang ramai banyak orang.
Jadilah aku dan suami gantian kelimpungan menghadapi polah attar yang bosen ngantri lama, sambil pasang kuping takut gak dengar kalau nomor kita dipanggil.

Akhirnya nomor kita dipanggil juga. Permohonan passport attar ditolak karena belum punya KK, dan ktp ortu masih beda alamat. Kamipun balik dengan tangan hampa.

Agenda selanjutnya urus semua dokumen domisili. Alurnya, bikin surat pindah dari alamat lama aku dan suami. Ngurusnya ke RT-RW-kelurahan-kecamatan. Urusan birokrasi gini bikin senewen suami hehheh.... Untungnya bisa minta tolong orang lain.
Setelah kami berdua mengantongi surat pindah dari masing-masing kecamatan. Lanjut lapor pindah domisili di Depok. Untungnya ada petugas keamanan sini yang bisa dimintai tolong. Alhamdulillah orangnya juga gak mata duitan dan kerjanya cepat. Dalam beberapa hari KK baru dan ktp sudah ditangan.

Setelah lebaran, kurang dari sebulan tanggal keberangkatan kami ke jepang, kami kembali apply passport attar.

Masih dengan prosedur yang sama, kami apply online semua dokument. Attar apply baru, aku perpanjangan, suami penggantian alamat passport.

Memakan waktu 5 jam hari itu kami di kantor imigrasi jakarta selatan. Attarnya sudah mati gaya kebosanan. Aku dan suami sama-sama menahan diri untuk gak kebawa emosi.

Ketika tiba waktunya foto passport, attar yang sudah ngantuk berat malah nangis di ruang foto. Terpaksa deh keluarin ipad dulu, putar film ipin upin. Jadi di depan kamera, sambil setel opin upin. Ipad ditaro agak dekat dengan lensa kamera. Tinggal dipanggil "attar, liat sini sebentar nak..." Jadi deh fotonya.
Alhamdulillah 4 hari kemudian passport jadi.