Senin, 08 Desember 2014

Naik Kuda ke Gunung Mas


Minggu lalu kami berkunjung ke kawasan Agrowisata Gunung Mas, yg berada di deretan perkebunan teh di puncak. Bila kita datang dari arah gadog/bogor tinggal melihat ke sisi kanan jalan maka kita akan menemukan sebuah pintu masuk bertuliskan “Gunung Mas” lengkap dengan sebuah patung berupa botol minuman teh dalam kemasan di sisi kiri pintu masuknya.

Begitu masuk parkiran, beberapa tukang kuda langsung "menjemput bola" menawarkan keliling perkebunan dengan kuda.

Yang menjadi primadona wisata di Agrowisata Gunung Mas adalah menunggang kuda mengelilingi kebun teh dan olahraga tea walk dengan ditemani pemandu. Selain kedua kegiatan seru tadi, kita juga bisa melakukan kunjungan ke pabrik teh (dengan pemandu), bermalam di penginapan dan berenang di kolam renang Tirta Mas .

Pengalaman pertama Attar naik kuda, awalnya agak ngeri tapi lama-lama menikmati. Padahal jalur yang kita lewati kadang curam & berbatu-batu.


- Posted using BlogPress from my iPhone

Selasa, 21 Oktober 2014

100 jaar markt plaats

Minggu lalu kami mengunjungi "100 jaar markt plaats ” atau peringatan 100 tahun gedung bazaar yang diadakan di gedung bersejarah Tugu Kunstkring Paleis di Jl. Teuku Umar No. 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Yang menjadi tujuan utama saya tertarik datang, disana ada studio foto dengan pakaian & background khas belanda. Selain itu katanya akan ada bazaar jajanan & souvenir khas Belanja.

Berangkatlah kami jam 9 pagi dari rumah, naik KRL. Tak disangka, sampai di lokasi ramainya minta ampuuun. Ratusan orang memadati area bazaar. Sampai yang jualan gak kelihatan. Langsung kami putuskan mencari tujuan utama kami, foto studio di lantai 2. Ternyata oh ternyata... Di Lantai atas pengunjungnya sama ramainya. Antrian foto sudah kaya ular. Nomor antrian sudah lebih dari 50, sementara saat itu baru giliran nomor belasan...

Mundur teratur deh.

Akhirnya diputuskan berkeliling sebentar & foto-foto. Sepertinya panitia tidak memprediksi pengunjung yang segitu banyaknya. Gagal deh foto ala belanda. Nanti deh insyaallah kita foto di Belanda aja (aamiin) 😁

*********

Kunstkring atau ‘art circle’ dibangun tahun 1914 sebagai tempat seniman Belanda berkumpul, memamerkan lukisan, pertunjukkan musik dan kelas seni.

Lalu sempat digunakan sebagai kantor imigrasi tahun 1950-1993, kemudian terabaikan, dan menjadi kontroversi ketika dijadikan Buddha Bar.

Pada 17 April 2013, Tugu Kunstkring kembali difungsikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, sebagai tempat pertunjukan seni. Lantai dasar menjadi restoran khas Indonesia, satu grup dengan roro jonggrang dll.




- Posted using BlogPress from my iPhone

Kamis, 24 Juli 2014

How education, teachers and people could be so mean

Setelah punya anak, saya mulai memahami bahwa manusia diciptakan berbeda-beda. Unik. Ada anak yang aktif, serba ingin tahu dan kerap dianggap nakal atau gak menurut. Ada anak yg kalem, manut aja dan biasanya dianggap anak yang baik & patuh pada aturan.

Saya mungkin dulu yang nomor 2. Orang tua saya bukan tipe otoriter, tapi mereka punya aturan yang jelas tentang apa yang boleh & tidak boleh saya lakukan. Harus sopan, harus belajar, harus rengking di kelas, harus naik kelas, masuk sekolah yang bagus & dapat pekerjaan yang baik. Untung gak pakai aturan harus jadi pegawai negeri seperti teman-teman perempuan saya yang lain 😁

Kemudian dari dua tipe diatas ada pembagian lagi. Yang aktif, cerdas & ia paham betul ia harus rajin belajar supaya cemerlang di kelas. Ada juga yang aktif tapi "menolak" untuk ikut arus jadi anak cemerlang di pelajaran sekolah. Atau bukan dirinya yg menolak tapi otaknya memang dominan kiri, alias lebih mudah melakukan hal2 seni & kreatif daripada konsentrasi ke pelajaran sekolah.
Demikian halnya pun dengan anak yang kalem. Ada yg sadar diri untuk cemerlang dikelas. Dan ada uang kalem tapi ga mau dipaksa seperti apa juga otak nya tidak dapat dengan mudah menghafal & berlogika di pelajaran hitung-hitungan.

Parahnya, untuk sebagian besar sekolah, guru & masyarakat umum, termasuk didalammya orangtua, anak yang baik & menurut adalah yang bisa diterima. Mereka kerap meluapkan kemarahan untuk anak yang tidak sesuai keinginan mereka. Semua anak harus patuh & seragam. Mereka memasung kreatifitas.
Agak sulit mencari sekolah yang bisa melihat setiap anak dengan perbedaannya masing-masing.

Padahal anak kan harus dilihat secara unik. Dilihat minat nya & diarahkan. Kalau minatnya ke seni ya biarlah iya berkesenian. Kalau minatnya ke sains ya biarlah iya belajar sesuai cara yang paling baik untuknya.

Semakin menggebu nih cita-cita saya menyekolahkan attar di sekolah alam. Karena saya berharap attar bisa lebih bebas & tidak merasa dikekang bangku sekolah formal. Selain itu sekolah alam cocok untuk anak yang aktif.
Tapi suami beranggapan attar cukup masuk sekolah negeri saja. Seperti kami berdua dulu. Tinggal bimbingan dari kami saja yang harus extra untuk mengembangkan kemampuan attar agak bisa lebih baik dari anak sekolah negeri pada umumnya. Maksudnya supaya attar lebih kritis dan tidak melulu berpola pikir seragam.

Kenapa tiba-tiba saya ngomong masalah ini?
Saya baru saja browsing fb melihat teman-teman SD-SMP saya yang sudah lama tidak tau kabarnya.

Ada satu anak yang saya ingat agak kurang bisa mengikuti pelajaran di kelas. Agak lambat gitu. Sampai pernah kena omel luar biasa oleh guru matematika. Tapi ia sendiri sih cuek aja. Cuek manut. Alias pasrah. Kalo dibaca dari raut wajahnya seperti ia merasa tidak ada yang salah.
Ternyata ia bisa saja lulus dari smp, sma dan lanjut kuliah. Ternyata eh ternyata... Minatnya ada di kesenian. Desain & fotografi. Dan sepertinya ia sudah menemukan jalannya.

Demikian juga dengan beberapa teman lelaki yang kurang cemerlang di bidang akademis di smp-sma. Sekarang mereka bekerja di tempat yang mereka inginkan.

Yah... Gak usah ambil contoh jauh-jauh deh. Suami saya. Pak suami ini dulu dikelas hobby nya ngobrol. Untuk urusan menghafal pelajaran agak kurang cepat. Tapi kalau menghafal nama-nama pemain bola dan sejarah klub.... Semua dia tau. Ternyata hafalan soal tokoh terkenal dan sejarahnya juga diluar kepala. Ini karena ia minat & merasa termotivasi dengan kehebatan tokoh-tokoh tersebut. Walau dalam hal nilai di sekolah kurang menonjol, tapi kini ia bekerja di bidang yang sesuai keinginannya. Wirausaha di bidang desain. Ia adalah pekerja yang detail, hitung-menghitung keahliannya. Mengingat banyak hal merupakan perkara yang mudah buatnya. Lah terus kenapa dulu di sekolah gak menonjol? Wallahualam... Hehhehe...


- Posted using BlogPress from my iPhone

Sabtu, 15 Februari 2014

Taman Pendidikan AlQuran untuk Attar




Beberapa waktu lalu ibu-ibu blok jimbaran komplek sini berencana membuat taman pendidikan Quran khusus untuk anak-anak. Awalnya karena TPA yang sudah ada di mesjid muridnya terlalu banyak dan pengajarnya sedikit. Selain itu lokasi mesjid juga cukup jauh.

Setelah dikumpulkan, ada sekitar 25 anak yang mendaftar. Attar salah satunya. Padahal attar baru 2 tahun. Awalnya sempet ragu, apa attar bisa ikutan? Kan belum bisa bicara lancar. Selama ini bahasa attar bisa dimengerti bunda saja hehhehe. Dengan niat mengenalkan attar pada pendidikan Islam sedini mungkin dan supaya banyak temennya, bunda daftarkanlah attar di TPA.

Hari pertama semangat banget berangkat. Mau duduk bersama, ikut belajar tepuk anak soleh. Tapi sebelum TPA berakhir attar sudah minta pulang duluan.
Hari kedua masih semangat berangkat. Tapi ketika tiba di lokasi attar gak mau masuk dan ikutan duduk. Lari-larian aja diluar. Dibujuk masuk juga gamau, malah menghindar.
Hari ketiga gak kalah semangatnya. "Bun, ngaji bun"
Lagi-lagi sampai di TPA gak mau masuk. Malah asik main dengan sepeda yang di parkir di depan TPA. Tapi attar tetap mendengarkan. Tetap ikut bilang "yes!" kalau dipanggil "anak soleh!" Dan selalu ikutan tepuk anak soleh.
Darisitu bunda berfikir, attar sebenarnya belajar di TPA bertemu teman-teman. Tapi attar gak mau kalo belajarnya monoton, harus duduk di tempat.
Mungkin karena masih kecil jadi orientasinya masih bermain saja.

Bunda jadi kepikiran bikin TPA sendiri dirumah untuk attar. Biar attarnya bisa belajar agama sambil bermain. Gak harus duduk diam.

Kemudian bunda mulai browsing tentang TPA. Dan ternyata... Mata bunda langsung berbinar begitu tau ternyata ada ya buku panduan mengajar TPA/TPQ, buku mengajar balita cinta Quran, buku dongeng agama islam untuk balita dan yang paling keren ada blog tentang cara-cara mengajar TPA/TPQ.







Jadi deh ni insyaallah mulai besok order buku dan mulai bikin perencanaan untuk mengajar attar cinta Quran. Bismillah 😘🙏


- Posted using BlogPress from my iPhone