Minggu, 12 Juni 2016

Orang-orang yang merugi

Mungkin ini bukan pertama kali, dengar tausiah tentang orang yang gila pujian. Gila pujian dunia. Bergaya bagus, dengan pakaian, dandanan, kendaraan, bersikap mulia, shalih, demi mencari pujian dunia.
Kalau dalam kehidupan sekarang, contohnya orang yang gila publisitas dan "like" di social media.
Mengajari anak belajar, mengantar anak sekolah, tapi "cekrek" foto dulu, lalu upload di socia media. Demi cap ortu teladan, ibu cerdas, shalihah.
Jleb yes?

Dicontohkan ibu bekerja yang terkenal seantero bisnisnya. Orang yang cuma bertemu sejenak-sejenak begitu mengaguminya. Dirumah, 2 anaknya diasuh asisten rumah tangga. Ketika art-nya sakit dan akhirnya meninggal anaknya jadi murung. Ketika ditemukan dalam diary anaknya, ternyata ART-nya begitu berkesan buat anak-anaknya begitu dekat sehari-hari. Sedangkan ia, nyaris tak meninggalkan kesan dimata anak-anaknya

Dari kisah ini, saya kembali melihat kedalam diri saya. Audzubillah. Jangan sampai saya menjadi ibu, istri dan anak yang tidak berkesan untuk orang-orang tersayang saya.

Sebagai ibu muda yang merasa memiliki banyak kemampuan, kadang saya merasa perlu mengaktualisasi diri. Perlu pengakuan dari orang lain, dari lingkungan.
Jadi saya memperbaiki diri saya, ikut komunitas, aktivitas ini itu.
Senang kalau ada yang memuji cantik, kurusan, pinter masak, aktif, update, sholehah, cerdas dan lain-lain.
Pujian dunia.
Tapi apa iya saya sudah menjalankan peran saya yang utama dengan baik?
Melayani suami, mendidik anak dan menyayangi keluarga saya?
Memang harus selalu diingatkan untuk selalu "on-track". Berkorban waktu dan tenaga untuk orang-orang tercinta. Bukan untuk pujian dari dunia yang semu.

Dicontohkan dalam tausiah Aa Gym sore tadi, orang yang merugi diantaranya yang bersikap shaleh ketika tau orang lain akan melihat. Mengupate status tentang ibadah yang dilakukan. Pamer ini itu demi "like".
Audzubillahiminzaliq ya.

Walaupun dalam hal ini segala sesuatu tergantung niatnya.
Kadang saya bilang sesuatu tanpa ada niat pamer tapi orang lain anggapnya itu pamer.

Bismillah, semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dimata Allah SWT, bisa istiqomah, bisa bermanfaat untuk orang-orang terkasih.


- Posted using BlogPress from my iPhone